Pengadaan Jasa Konsultansi Pengembangan Dashboard Data dan Informasi Pengelolaan Kawasan Koservasi

PENGUMUMAN LELANG PENGADAAN JASA KONSULTAN

Pengembangan Dashboard Data dan Informasi Pengelolaan Kawasan Konservasi

Direktorat Jenderal KSDAE telah mengembangkan sistem perdataan dan pelaporan secara terintegrasi sejak tahun 1999. Sistem Perdataan dan Pelaporan Direktorat Jenderal Perlindungan dan Konservasi Alam (PKA, nama Direktorat Jenderal KSDAE saat itu) dibangun untuk memfasilitasi keseragaman arus data dan informasi yang bersumber dari unit-unit pengelola kawasan konservasi di lapangan, serta memudahkan kompilasinya di tingkat pusat. Sistem perdataan dan pelaporan tersebut meliputi seluruh tema-tema teknis dan administratif dalam lingkup tugas dan fungsi direktorat jenderal beserta unit pelaksana teknis (UPT), baik balai taman nasional maupun balai konservasi sumber daya alam.

Pasca penyelesaian pengembangan SIDAK dan Situation Room Direktorat Jenderal KSDAE, kemudian disadari pula bahwa dalam pengelolaan sistem informasi dan mengorganisasi data dan informasi yang bersumber dari banyak tempat, dibutuhkan beberapa pilar yang kuat sebangai penyangganya. SIDAK dan Situation Room yang beroperasi secara terintegrasi dari level UPT ke tingkat pusat ternyata membutuhkan pilar penyangga yang setidaknya berupa dedicated person di semua level (wali data) yang kompetensinya memadai, sistem dan prosedur perdataan di level UPT, pembiayaan dan prasarana yang memadai, wahana pengelolaan dan penyimpanan data, jaringan internet, dan sebagainya. Ketiadaan beberapa penyangga tersebut kemudian dipandang menjadi faktor penghambat. Beberapa UPT sejauh ini menyediakan penyangga-penyangga tersebut secara memadai, sehingga dapat diasumsikan bahwa sebenarnya seluruh UPT pun ke depannya akan mampu melakukan hal yang sama.

Beberapa UPT Direktorat Jenderal KSDAE selama ini menerapkan SMART-RBM (Spatial Monitoring and Reporting Tools – Resort Based Managament). Sistem tersebut terutama digunakan dalam pelaksanaan eksplorasi kawasan konservasi, patroli pengamanan dan penjagaan kawasan, serta keperluan lain yang relevan. Aplikasi SMART-RBM, ternyata juga mengalami beberapa kendala, terutama kelemahan dalam pemanfaatannya. Basis datanya juga berbentuk numerik dan matriks sehingga tidak mudah untuk dibaca, diekstraksi dan disintesis secara cepat. Sebagai contoh, pada Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, dalam tahun 2020 merekam 248 kegiatan patroli dan eksplorasi, dengan rekaman data sebanyak 29.752 record. Untuk memudahkan pembacaan data dan informasi yang terlaporkan dalam puluhan ribu record tersebut dibutuhkan sebuah aplikasi sistem informasi yang menjadi dashboard, yang dapat menampilkan secara cepat informasinya.

Berdasarkan hal-hal tersebut, diperlukan pengembangan pengelolaan data dan informasi pengelolaan kawasan konservasi berupa pembangunan dashboard pengelolaan kawasan konservasi. Dashboard dimaksud setidaknya dapat menampilkan informasi hasil pengolahan data (spasial, grafik, tabular dan narasi) terkait perlindungan kawasan konservasi (Smart Patrol), penanganan konflik tenurial di kawasan konservasi, pengendalian kebakaran hutan, efektivitas pengelolaan kawasan konservasi, evaluasi kesesuaian fungsi, kemitraan konservasi, bina daerah peyangga, bina cinta alam, dan pengelolaan kawasan konservasi berstatus internasional

Pengadaan Jasa Konsultan                         Nilai HPS Rp. 166.500.000,-

Kualifikasi Badan Usaha yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan Pengembangan Dashboard Data dan Informasi Pengelolaan Kawasan Konservasi, sebagai berikut:

No.Syarat KualifikasiKeterangan
1.Kualifikasi administrasi/legalitasJasa Pengembangan IT & Sistem Informasi
2.Izin usahaMemiliki TDP atau NIB
4.Pengalaman pekerjaan yang samaMinimal 5 tahun pernah melakukan pengembangan Sistem Informasi berbais Website, serta pengembangan WebGIS yang ditunjukan melalui riwayat pekerjaan.
5.SDM Tenaga ahliSystem AnalisSMART Conservation Tool ExpertDatabase Administrator (Oracle atau MySql)Backend DeveloperFront-end Developer (UI/UX)
6.PeralatanPerangkat Lunak & Keras yang diperlukan untuk mendukung pengembangan Sistem Informasi
7.LainnyaMemiliki pengalaman mengembangkan Sistem Informasi di sector kehutanan atau Kementerian/Lembaga lainnya lebih diutamakan

Bagi yang berminat dapat mengambil dokumen Request for Quotation RFQ, atau mengunduh pada tautan ini

UNDUH DOKUMEN RFQ

paling lambat 29 Agustus 2022, pukul 16.00 WIB pengambilan dokumen dilakukan pada alamat:

Procurement Unit
Gedung Wisma Antara Lantai 14
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 17, Jakarta Pusat
Phone (021) 3449230 ext. 5520

Share to

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email